Capaian Vaksin Rendah, BIN Ke Desa Desa di Pekalongan , Sasar Anak- Anak Sampai Lansia


Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu wilayah fokus percepatan yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jateng karena capaian hingga 16 Desember 2021 baru mencapai 66,34%, masih dibawah target nasional sebesar 70%. Sementara capaian rata-rata provinsi jateng sudah mencapai 74,79. Terselenggaranya vaksinasi di wilayah tersebut, diharapkan dapat membantu percepatan vaksinasi untuk mencapai target 70% hingga akhir tahun.

Binda Jawa Tengah terus menyelenggarakan vaksinasi massal untuk masyarakat secara door to door di Kabupaten Pekalongan dengan target sebanyak 3.000 dosis. Vaksinasi dilaksanakan dilakukan beberapa lokasi seperti Stadion Kebon Rowopucang Kec Karangdadap, Desa Pagumengan, Kec Karangdadap dan Desa Kebon Agung Kec Kajen. 

“Konsep door to door / jemput bola masih menjadi strategi Binda Jateng dalam mengejar capaian vaksinasi kami tiap pelaksanaan vaksin. Hal ini karena banyak warga yang selama ini belum tervaksin memang memiliki kendala dalam menjangkau lokasi sentra-sentra vaksin. Dengan mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga tingkat desa bahkan mendatangi rumah warga, kami yakin semakin banyak warga yang tervaksin dan terbantu mendapatkan vaksin, “ jelas Kabag Ops Binda Jateng Isworo (Sabtu 18/12/2021 ) .

Disebutkan vaksinasi perlu digencarkan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, dalam rangka mendukung program pemerintah dalam percepatan herd immunity / kekebalan komunal. 

“Binda Jateng sesuai instruksi pimpinan, melaksanaan vaksinasi, dengan harapan kekebalan komunal segera terbentuk dan Pandemi Covid-19 dapat dikendalikan mengingat telah masuknya varian omicron ke indonesia. Kami juga berterima kasih kepada segenap stakeholder terkait yang membantu terselenggaranya vaksinasi yang diselenggarakan Binda Jateng, “ jelasnya.

Vaksinasi langsung ke rumah warga dan menyasar semua kalangan adri anak- anak , dewasa hingga lansia dinilai efektif dalam rangka menyisir masyarakat yang tidak mampu mengakses sentra vaksinasi terutama kelompok lansia dan difabel.  

Masyarakat setelah mendapatkan vaksin diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan, karena pandemi belum berakhir, terlebih adanya ancaman mutasi jenis baru seperti varian Delta Plus dan Omicron.

“ Kami sangat berterimakasih bisa vaksin apalagi sampai ke rumah sehingga tidak menyulitkan orang yang sudah lansia, “ jelas Soleh 65 th.

Warga diharapkan terus menjaga prtokole kesehatan dengan pendekatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan) dan 3T (testing, tracing, treatment).

Komentar